Lokakarya Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI )

Penyebab masih rendahnya status akreditasi institusi pendidikan tinggi maupun program studi (prodi) dikarenakan masih lemahnya penerapan sistem penjaminan mutu. Selain itu, kesadaran proses akreditasi ataupun re-akreditasi sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) dalam kerangka penjaminan mutu dinilai juga masih perlu ditingkatkan.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi menjadi prodi unggul melalui penerapan SPMI. Dengan penerapan SPMI diharapkan dapat menumbuhkan budaya mutu dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang dapat diukur dengan kenaikan peringkat akreditasi program studi.

Karena data saat ini terdapat 19.907 prodi terakreditasi BAN-PT dari 26.831 prodi seluruh PT, dengan rincian 2.901 prodi terakreditasi peringkat A (14.5%), 10.701 prodi terakreditasi B (53,8%), dan 6.305 prodi terakreditasi C (31,7%), sisanya 6.924 prodi belum terakreditasi ( data BAN-PT dan PD Dikti per 14 februari 2018) sehingga perlu pembinaan prodi agar meningkat mutunya dengan cara menerapkan SPMI, saat ini STIKES Borneo Lestari dengan prodi D-III Farmasi telah terakreditasi B dan prodi S1 Farmasi terakreditasi C.

Dilakukan pemahaman tentang fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI dan dilakukan pelatihan pembuatan dokumen SPMI yang terdiri dari dokumen kebijakan mutu , dokumen manual mutu dan dokumen standar mutu pendidikan tinggi yang mengacu pada Standar Nasional Dikti yang dibantu oleh fasilitator Prof. Dr. Tirza Hanum, M.S dan Dr. Ir. Hisar Sirait, M.A.

Acara yang berlangsung selama 3 hari ini STIKES Borneo Lestari diwakili oleh Fitriyanti, M.Farm., Apt dan Rahmayanti Fitriah, MPH., Apt, kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Sultan Jakarta pada tanggal 13 – 15 September 2018 yang diikuti oleh 86 peserta dari PTN dan PTS di seluruh Indonesia.

 

(berita: fty, ryf, editor: ayw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *