Stikes Borneo Lestari Kenalkan Antibiotik Lewat Kegiatan Parkinson

Kegiatan kampanye penggunaan Antibiotik yang benar kepada masyarakat

Minggu pagi merupakan waktu yang tepat bagi beberapa orang dalam meghabiskan akhir pekannya. Meninggalkan segala penat akibat rutinitas kerja, menjadi alasan bagi setiap orang memilih untuk berlibur. Baik berkumpul bersama sanak keluarga, teman maupun pacar, atau hanya sekedar berjalan-jalan santai untuk berolahraga merupakan banyak hal yang sering dilakukan oleh setiap orang.

Mengusung kegiatan PARKINSON (Pharmacist Campaign In Action) dengan bertemakan kesadaran akan penggunaan antibiotik yang tepat STIKES Borneo Lestari sukses membuat masyarakat yang sedang menghabiskan waktunya dengan berolahraga antusias dalam setiap kegiatan acara yang diadakan. Bertempat dialun-alun Gedung Gebernur Provensi Kalimantan Selatan, Minggu 14 januari 2018 diadakan Kampaye Informasi Obat (KIO) dan Cek Kesehatan.

Kampaye Informasi Obat (KIO)  yang diadakan menjelaskan tentang informasi pemakaian Antibiotik yang tepat kepada masyarakat. Selain itu rangkaian acara yang dilakukan yaitu cek kesehatan diantaranya, cek BMI, cek tekanan darah, cek gula darah, cek asam urat, transfusi darah oleh PMI, dan konseling gratis mengenai obat oleh para apoteker yang sudah berpengalaman dibidangnya, serta tak lupa pembagian brosur penerimaan mahasiswa baru  STIKES Borneo Lestari  kepada para pengunjung yang datang.

Menurut Lutfi selaku ketua pelaksana acara KIO dan cek kesehatan ini menuturkan alasannya kenapa diadakan acara tersebut. Menurutnya mengingat bahwa antibiotik merupakan obat-obatan  yang  banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebakan oleh infeksi bakteri, maka pemakaiannya  juga perlu diperhatikan dengan baik.

Hal ini berkaitan sekali terhadap kesembuhan penyakit yang diderita pasien, apabila pemakaiannya tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan maka tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kekebalan terhadap penyakit tersebut dengan obat antibiotik yang diberikan. Sehingga segala usaha pengobatan serta biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan akan terbuang sia-sia. Selain itu pula alasan diadakannya kegiatan transfusi darah ini dikarenakan stok darah di PMI mulai menipis.

Lutfi juga berharap bahwa kegitan ini akan menambah wawasan serta perhatian bagi masyarakat agar lebih memperhatikan penggunaan obat yang benar terutama obat antibiotik ini, serta harapan lainnya bahwa acara yang dilakukan dapat terus berlanjut nantinya dengan tema-tema acara yang tak kalah menarik untuk di sampaikan kepada masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *