Ujian Kompetensi berbasis CBT sebagai Syarat Sertifikasi Tenaga Teknis Kefarmasian

Guna menjamin kualitas tenaga teknis kefarmasian dalam berprofesi, pemerintah telah mensyaratkan setiap tenaga teknis kefarmasian mengantongi sertifikat kefarmasian.

Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (APDFI) menyelenggarakan uji kompetensi sebagai upaya menghasilkan lulusan tenaga teknis kefarmasian yang kompeten di bidangnya dan tersertifikasi.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 14 – 15 September 2018 di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang bertempat di daerah S. Parman Banjarmasin.

Ujian Kompetensi yang dilakukan secara komputerisasi dengan CBT (computer based test) diikuti Mahasiswa Diploma Tiga Farmasi Stikes Borneo Lestari  2015/2016 sebanyak 19 orang.

Uji ini diharapkan Mampu menyaring tenaga kesehatan indonesia yang kompeten untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dengan prinsip utama keselamatan pasien.serta sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

berita (hmw), editor (ayw)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *