Workshop Peninjauan Kurikulum Program Studi S1 Farmasi dan D3 Farmasi STIKES Borneo Lestari

Setiap perguruan tinggi memiliki acuan kurikulum yang berbeda-beda dan dapat berubah seperti halnya STIKES Borneo Lestari melakukan peninjauan terhadap kurikulum yang digunakan pada pembelajaran setiap 4 tahun, namun  peninjauan tersebut sewaktu-waktu dapat dilakukan apabila adanya perubahan ilmu pengetahuan.

Bertepatan pada Rabu, 21 Februari 2018 di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru telah dilaksanakan Workshop Peninjauan Kurikulum Program Studi S1 Farmasi dan D3 Farmasi STIKES Borneo Lestari. Tujuan diadakan workshop ini adalah meninjau kurikulum di STIKES Borneo Lestari yang terkait profil lulusan, capaian pembelajaran, kemampuan akhir yang harus dimiliki lulusan mahasiswa S1 dan D3 farmasi. Manfaatnya pun dapat dirasakan oleh mahasiswa dan dosen STIKES Borneo Lestari, seperti mudah berkompetisi dalam bidang farmasi karena kurikulum telah diperbarui sesuai dengan ilmu pengetahuan yang baru.

Kegiatan tersebut mendatangkan 3 narasumber yaitu Prof. Idianor Mahyudin M.Si. selaku koordinator Kopertis wilayah XI yang memotivasi untuk membuat buku ajar dan beliau berharap agar dosen mampu memberikan diktat untuk kalangan sendiri, sehingga mahasiswa dan dosen lain dapat saling memberikan masukan pada diktat tersebut kemudian diterbitkan menjadi buku ajar yang dapat terus digunakan.

Narasumber selanjutnya yaitu Pinus Yumariatno, M.Si., Ph.D., Apt. selaku ketua APTFI (Asosisasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia) koordinator wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Jawa Tengah dan Kalimatan Selatan. Sesuai dengan kurikulum yang digunakan STIKES Borneo Lestari mengacu pada APTFI, kehadiran beliau untuk meninjau apakah kurikulum yang digunakan STIKES Borneo Lestari sudah sesuai atau belum. Selain itu acara inipun turut dihadiri oleh Dedi Hartanto M.Si selaku ketua APDFI (Asosiai Program Diploma Farmasi Indonesia) selaku koordinator wilayah Kalimanta Selatan.

Narasumber yang terakhir yaitu Iwan Hidayat beliau juga merupakan staf di STIKES Borneo Lestari yang menjabat sebagai kepala pengembangan sistem informasi. Beliau menyampaikan dan memotivasi dosen agar memberikan pembelajaran berbasis informasi teknologi seperti e-learning sehingga dapat memanfaatkan media online dengan baik.

Dita Ayulia Dwi Sandi M.Sc., Apt. selaku Wakil Ketua 1 bidang Akademik menuturkan beberapa tujuan dan harapan setelah pengadaan Workshop ini “Untuk kurikulum sarjana farmasi dapat Menghasilkan buku kurikulum yang sesuai dengan standar kompetensi Apoteker Indonesia, blueprint naskah UKAI (Ujian Kompetisi Apoteker Indonesia), dan Naskah akademik dari APTFI. Sedangkan untuk Diploma 3 menghasilkan dokumen kurikulum yang sesuai dengan APDFI, melengkapi dokumen kurikulum rencana pembelajaran semester dan petunjuk praktikum” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *